gravatar

Elegi Hati



1/3 malamku datang mengantarkan,
Pada kesangsianku disuasana kesunyian,
Kukirimkan Fatihah beribu ambalan,
Kepada pembawa jiwa-raga dengan kepasrahan,
Hingga tubuhku pun ambruk-tak sadarkan,
Bagai kerasukan dg angan gentayangan

Tetapi ....
aku selalu ingin mengulang bacaan,
Ayat demi Ayat dari surat pembukaan,
Agar tabir gundah dapat sibak keterbuka'an,
Karena kuingin  bisa berjumpa dgn harapan,
Dan kemudian saling bercakap-cakapan,

Dengan Fatihah, berharap ada yg bisa kubuka,Dari kunci yg memagari batas di antara kita,
Supaya aku bisa melihat bibirmu yg merekah,
Melihat matamu & tubuhmu yg mempesona
Yang sering ku lihat samar dalam bujur Maya
Yang mendurhakai akal, lusuh dan kumal saja;
Agar aku bisa mendekapmu segera,
Sebagai pengobat dari rindu yang menggelora,

Namun ....,
kala surat itu aku baca,
Mata berkunang-kunang memburu indera,
Berjuta kilatan kunang yg berbaris bersahaja,
Isyaratkan memasang peringatan asa:

Ku Fatihahi lukaku, sbg obat kerinduan tuk jumpa
Yang selalu membuatku ingat dan berharap saja…”
Ku kan terus selalu mengirim Surat Fatihah.. itu,
Yang kalian tahu, bahwa itu Surat yg berayat tujuh,
Walau tubuhku perlahan melepuh dalam rengkuh.

2 Februari 2011
Gim Liebe Enjoy
(http://www.gimblogger.blogspot.com)

Terbaru dari Dunia Puisi

Entri Populer Bulan ini

Views

Powered By Blogger

Network