gravatar

Kolam hatiku



Bagaimana bisa kulihat keindahan isi kolam hatiku, jika aku selalu mengeruhkannya.
Tiada yang terlihat kecuali keruh, dan sungguh tiada keindahan dalam kekeruhan
Tak bisa kunikmati jika hanya kotoran pikiran dan serpihan-serpihan dosa yang berguling, berbaur, tenggelam, terapung, terombang-ambing oleh tekanan dan aliran nafsu yang tak terarah.

Bagaimana bisa kuhitung jumlah ikan emas kemuliaan di dalamnya,
Bagaimana bisa kubedakan mana ikan sabo-sabo pemakan kotoran yg harus kupelihara
Dan mana kepiting-kepiting perusak dinding kolam hatiku yang harus aku singkirkan
Jika dinding itu keropos dan bolong, air apa saja dengan mudah memenuhi air kolamku
Air comberan, limbah pabrik, limbah manusia, bahkan air racunpun dapat masuk begitu saja
Semakin keruhlah kolam hatiku



Bagaimana bisa kuterawang isi dasar kolam hatiku
Apakah mutiara-mutiara yang berkilau cahaya keindahan
Ataukah hanya lumpur hitam yang menampakkan kegelapan
Jangankan kuminum airnya, melihat saja sudah mual dibuatnya
Apa yang bisa kudapat dengan kekeruhan ini
Sedangkan aku sangat membutuhkan kolam hati

Kubutuhkan kemurnian air yang mengalir dari mata air kolam hatiku
Kubutuhkan kemurniannya untuk menyehatkan organ-organku
Kubutuhkan kebersihannya untuk membasuh ragaku
Kubutuhkan kesuciannya untuk mensucikan jiwaku
Kubutuhkan kesucian jiwa ragaku untuk menghadap Yang Maha Suci

Ya Allah
Kaulah yang membuat dinding kolam hatiku
Kaulah yang mencipta mata air kolam hatiku
Kaulah yang memurnikan air kolam hatiku
Kaulah yang mengisi mutiara sebagai dasarnya
Kaulah yang mengisi ikan-ikan emas kemuliaan di dalamnya
Kaulah yang telah mengatur aliran airnya
Kau siapkan saringan untuk menjaga jernihnya dari kotoran dengan salat
Kau buatkan saluran untuk membuang kotoran dengan taubat
Dan Kau sucikan airnya dengan AsmaMu. Allah, Allah, Allah

Kaulah yang menciptakan kesucian kolam hatiku
Bisakah kukembalikan kesucian itu kepadaMu
Ya Allah, jagalah aku, bimbinglah aku, sertakan aku dalam golongan orang-orang soleh
Orang-orang yang senantiasa mengikuti jalan para nabi dan rosulMu
Amin..

16 Februari 2011,
Rofiq el Mooztava

Terbaru dari Dunia Puisi

Entri Populer Bulan ini

Views

Network