Kirimkan puisimu di wall sahabat dunia puisi, dan raih kesempatan untuk tampil di Blog ini.
Jikalau berkenan, Silahkan dishare dgn mencantumkan sumber/link/penulis di Blog ini.
Bagaikan dunia yang tak di terangi cahaya diri ini
Saat jiwa ini telah dirusaki oleh
suatu bayangan hitam
yang selalu menghampiri diri ini
Di kala hati sedang mendekati diri nya!
kesal dengan diri sendiri.
ingin kubakar diri sendiri.
ingin kumakan diri sendiri.
lelah bergumul dengan segala kebimbangan tiada arti.
ingin menghapus diri dari dunia ini.
sesak tak kunjung menepi.
masih saja bergelayut riang tak tahu diri.
entah bingung entah apa yang terjadi.
singsingkan kemelut racun yang menumpuk dalam hati.
Saat Hati Tak Terarah Lagi Kepada Yang Khalik
Langkah Kakipun Berjalan Dengan Sangat Nista
Setiap Langkah Kaki Yang diayunkan
Tiap Dosa Yang Ku Lakukan
Apa Ku Tak Bisa Seperti Yang Dulu?
Menjadi Orang Yang Terbaik Di Sekitarku
Ya…Tuhan…..Ya….Rabb….Ya….Illahi
Lama sekali ku nanti, menanti suatru yang tak berarti
Berarti tak berarti mudah ,,,,,,,
Semua orang takut dengan apa yang ku nanti,,,,,,,,,
Semua orang berusaha melawan apa yang ku nanti,,,,
Aku masih duduk diam dan tak mau peduli
dengan apa yang ku nanti dan semua yang menanti
Melayang jauh angan ke khayalan,,,
Merangkai impian jadi kenyataan ,,,
Halusinasi di iringi teriakan perjuangan ,,,
Ingin membuat impian jadi kenyataan,,,
Mimpi yang belum sempat jadi kenyataan,,,,,
Angan angan yang tak kesampaian,,,
Membuat hati dibasahi oleh berjuta pertanyaan,,,,
tak terasa semua nya tlah berlalu begitu cepat....
mengukir waktu yang begitu lambat,,,,
ketinggalan yang ku rasakan saat ini,,,
ku jadiakn penyemangat dalam hidupku,,,
...terasa sekali menusuk dalam pemikiran maju,,
dalam menggapai sebuah angan ku,,,
kupelajari semua ini demi diriku,,
yang tak pernah maju,,,
1/3 malamku datang mengantarkan,
Pada kesangsianku disuasana kesunyian,
Kukirimkan Fatihah beribu ambalan,
Kepada pembawa jiwa-raga dengan kepasrahan,
Hingga tubuhku pun ambruk-tak sadarkan,
Bagai kerasukan dg angan gentayangan
Tetapi ....
aku selalu ingin mengulang bacaan,
Ayat demi Ayat dari surat pembukaan,
Agar tabir gundah dapat sibak keterbuka'an,
Karena kuingin bisa berjumpa dgn harapan,
Dan kemudian saling bercakap-cakapan,